Oleh: baim | April 20, 2010

Turun 5 Kilo dalam 1,5 bulan

Celana yang sempat diperlebar sekarang benar-benar terasa longgar sampai kedodoran. Celana yang dulu sempit, sekarang muat untuk dipakai.

1,5 (satu setengah) bulan yang lalu berat badanku 80 (delapan puluh) kilogram, dan itu adalah pertanda kelebihan berat badan. Lingkar perutku 96 centimeter. Sementara tinggi badanku 176 (seratus tujuh puluh enam) centimeter. Berat Badan IDEAL adalah Tinggi Badan dikurangi 110 (seratus sepuluh) = 66 kilogram. Berat Badan NORMAL adalah Tinggi Badan dikurangi 100 = 76 kilogram.

Selain membuat risih karena begah, perut yang besar adalah sarang penyakit.

Alhamdulillah, perut sekarang mengecil, dan berat badan pun turun hingga 5 (lima) kilogram.

Apa resepnya? Mudah, insya Allah.

1. NIAT yang kuat dari dalam diri untuk mengecilkan perut dan menurunkan berat badan, minimal ke batas NORMAL.

2. DISIPLIN dalam menerapkan pola makan. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, baik dari tenaga kesehatan,pengalaman para pesakitan, maupun googling informasi di internet, membaca buku, artikel, dan mendengarkan siaran-siaran tentang kesehatan, baik di radio maupun di televisi, ada beberapa resep jitu yang bisa Anda coba:

2.1. TERATUR. Biasakan makan tidak terlambat atau kecepetan. Contoh: Anda biasa makan dua kali sehari. Pagi jam 9 dan siang jam 12. Maka usahakan kebiasaan ini tidak berubah, kecuali di saat-saat tidak memungkinkan, seperti sedang berpuasa yang mengharuskan sahur di waktu subuh, dan berbuka di saat maghrib. Jangan seenaknya menunda makan karena pekerjaan, atau karena sebab lainnya. Segera makan di jam-jam yang Anda biasa makan. Kalau Anda biasa makan 3 kali sehari, maka jangan coba mengubah pola seketika menjadi 2 kali atau 1 kali sehari. Makan yang teratur mencegah dari terkena penyakit maag. Saya mendapati seorang pesakitan maag yang boleh dibilang sulit untuk sembuh, seumur hidupnya ditemani dengan obat dan pantang makan ini makan itu. Hal ini karena dalam usus nya sudah terbentuk banyak luka (seperti sariawan). Karena usus itu lembab,basah,senantiasa bergerak dan dilewati makanan, maka sariawan itu sulit untuk sembuh. Ternyata dahulunya si Fulan ini suka menunda-nunda makan. Maka lebih baik mencegah daripada mengobati.

2.2. DIET. Cobalah menerapkan makan 3 kali sehari dengan menu sebagai berikut:

2.2.1. Pagi sarapan ROTI atau BUAH saja. Boleh ROTI setangkap diisi selai atau apapun yang Anda suka, atau buah pisang (seperti pisang Ambon, Cavendis), atau apel, dan buah lainnya yang cukup mengenyangkan. Seorang tenaga kesehatan pernah menyarankan untuk menambahkan dengan minum JUS BUAH. INGAT, sarapan ROTI atau BUAH SAJA. TIDAK PAKAI NASI atau LAUK PAUK.

2.2.2. Siang hari, Anda HARUS makan NASI lengkap dengan LAUK PAUK yang menyehatkan, seperti sayur mayur, daging, ikan, dan SUSU.

2.2.3. Di malam hari, makan malam 4-5 jam sebelum tidur. Boleh makan malam dengan menu NASI dan LAUK PAUK. NASI tidak perlu banyak. Menu ini bisa diganti dengan MAKAN BUAH UTUH (seperti pisang Ambon dua buah, atau Apel) dan boleh tidur 1 jam setelah makan buah ini.

3. BEROLAHRAGA. Tidak perlu sering dan tidak perlu olahraga yang keras. Cukup dengan seminggu sekali, selama 1 jam, berjalan kaki. Maka ini mengeluarkan keringat yang deras, membakar kalori, dan menyehatkan Insya Allah. Hal ini sesuai dengan konsultasi dengan tenaga kesehatan Yayasan Jantung Indonesia yang mengadakan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah gratis di kantor saya. Anda bisa berolahraga di Universitas Indonesia yang luas, atau Gelora Bung Karno Senayan, atau kompleks rumah Anda sendiri. Cukup 1 jam saja.

Awalnya mungkin Anda akan malas dan merasa kelaparan. Wajarlah itu, karena perubahan pola membutuhkan proses. Seiring dengan niat yang kuat dan disiplin, niscaya waktu akan membuktikan.

Bisa karena biasa.

Selamat mencoba!

Sumber:
- Pengalaman pribadi;
- Pengalaman Sahabat Fahresha Muchtar;
- Talk Show Radio Delta FM bersama dr.Djoko Maryono, Sp.JP, kalau tidak salah setiap pekan selalu ada, tapi hari nya lupa, Selasa atau Rabu;
- Buku karangan seorang dokter asal Jepang, tentang kekuatan Enzim bagi kesehatan tubuh kita, lupa judul bukunya, dulu mau beli tapi belum ada duit, sekarang dicari lagi di Gramedia ga ketemu;
- Pengalaman pesakitan yang kerap datang ke berbagai dokter dan ahli pengobatan alternatif;
- Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan Century Health Care – Cinere;
- Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan Yayasan Jantung Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.