Maha Besar Allah yang menunjukkan kepada kita sekalian manusia sebuah peristiwa yang sesungguhnya biasa terjadi di sekitar kita, yaitu kematian.

Namun sayang, peristiwa yang “biasa” terjadi ini juga ditanggapi dengan “biasa-biasa saja” oleh kebanyakan orang. Padahal dalam peristiwa kematian, terdapat hikmah dan pelajaran yang luar biasa.

Betapa ternyata dunia ini hanya sementara, betapa siapapun akan menjumpai kematian. Hari ini kita sibuk membicarakan kematian seorang aktor kawakan, seorang politisi senior, seorang penggemar motor gede (MOGE), yang kematiannya sangat menyedihkan, namun bukan tidak mungkin satu detik lagi, atau satu menit kagi, satu jam lagi, satu hari lagi, satu bulan lagi, satu tahun lagi, kita sendiri yang akan mengalami kematian. Bisa saja kematian kita akan lebih menyedihkan dan mengenaskan daripada aktor kawakan ini. Sungguh sedikit sekali dari kita yang mau mengambil pelajaran.

 

Allah swt mengatakan salah satu doa yang mustajab, yang segera dikabulkan adalah doa orang yang terdzolimi.

 

Dalam berbagai berita di televisi dan internet, sebelum meninggal dunia, almarhum ini mengawali kepergiannya ke jawa timur  dengan melarang puluhan bahkan mungkin ratusan orang untuk mengisi bensin di pom di sepanjang jalan yang dikhususkan hanya untuk 500 lebih rombongan MOGE yang menyertainya. Ketika BBM sedang sulit dan di ambang kenaikan tarif, banyak orang yang merasa terdzolimi dengan tindakan almarhum dan kawan-kawan MOGE nya ini. Di berita kita saksikan banyak orang yang melayangkan sumpah serapah pada tindakan almarhum dan kawan-kawannya. Bahkan ketika di wawancarai oleh sebuah stasiun televisi, almarhum yang wakil rakyat ini dengan angkuh nya seakan lupa penderitaan rakyat dan berkata: “Emanknya kalau saya dan temen-temen isi bensin, apa Negara ini akan bangkrut???”

 

Maha Benar Allah yang langsung menunjukkan kekuasaannya.

Ketika Ia justru mematikan seorang Sophan Sophiaan yang terkenal di mata masyarakat, bukan anggota MOGE lain yang mungkin tak pernah kita dengar namanya. Beliau langsung dijemput malaikat maut dengan mengenaskan. Dadanya tertusuk, tulangnya patah. Sumpah serapah orang-orang terdzolimi langsung diijabah Allah SWT.

 

Mudah-mudahan kita yang ditinggalkan tidak egois, tidak bersombong dan membela diri, tapi segeralah beristighfar, introspeksi diri, dan mengambil pelajaran dari peristiwa ini.

Semoga Allah SWT mengampuni kesalahan dan dosa Bapak Sophan Sophiaan, menerima amal ibadah Nya, melapangkan kuburnya, menjauhkannya dari siksa dan azab akhirat yang mengerikan.