Maha Besar Allah yang Maha Membolak-balikkan Hati. 

Begitu banyak manusia yang tidak lagi sejalan dengan Rabb nya ketika syahwat memuncaki dirinya. Kemilau dunia terlihat indah didepan mata, seakan hatinya menjadi buta pada kenikmatan semu yang ditawarkannya. Balasan akhirat yang hakiki tak mampu lagi menghiasi ruang pikir dan hatinya saat itu. Nafsu dan gejolak birahi menguasai dirinya sehingga jatuhlah ia dalam kubang maksiat. Sekarang sedikit ia cicip. Ketika semakin ia merasa kenikmatannya, maka semakin larutlah ia, menjadi perenang ulung di dalamnya. Naudzubillahiminzalik.

Meredam syahwat memang susah susah gampang. Hari ini kita kuat menahannya, besok belum tentu. Pagi ini kita begitu tangkas dan perkasa menolaknya, tapi sore harinya justru menyerah pada syahwat.

Membekali diri dengan iman dan ilmu adalah cara yang efektif menahan syahwat.

Bagaimana agar iman meningkat? Ingatlah kematian bisa datang kapan saja, rajin-rajinlah ziarah kubur, bergaulah dan leburlah diri dengan orang-orang sholeh, banyak diskusi, dan minta dinasehati oleh mereka, pergilah shalat berjamaah dimasjid,  aktiflah dalam organisasi-organisasi yang positif, jamaah dan gerakan dakwah,  jauhi pergaulan maksiat, bahkan putuskanlah persahabatan dengan teman-teman yang mengajak pada keburukan. Bersegeralah memperbaharui taubat, seraya memohon pertolongan Allah swt dalam saat-saat mustajabnya doa, seperti saat qiyamulail, saat sujud, ketika setelah shalat, antara adzan dan iqomah.

Mendapatkan ilmu bagaimana caranya? Datangilah kajian-kajian keislaman terdekat dengan tempat tinggal, tempat kerja, kampus, atau sekolah anda. Rajin-rajinlah mendatangi ustadz, ulama, atau syaikh yang biasa mengadakan ta’lim atau pengkajian Islam di rumahnya. Datangi toko buku, bacalah buku-buku mengenai Islam, buku-buku yang menggambarkan beratnya siksa alam kubur, keadaan manusia di alam barzakh, padang mashyar, neraka, dan seluk-beluk akhirat bisa menjadi awalan bacaan. Rajinlah ke warnet, buka-buka situs Islam. Putar radio yang menyiarkan kajian Islam, Al Qur’an, dan jangan disibukkan dengan radio-radio yang memutar musik pembangkit syahwat, rasa cinta dunia, materialism, bahkan mengadakan pembicaraan dan diskusi mengumbar syahwat, cinta, perasaan, dan lainnya.  

Ketika iman semakin mantap, dan semakin tahu ilmu akhirat, maka niscaya kita semakin takut pada azab akhirat yang amat pedih. Sehingga syahwat insya Allah bisa direm dan dikendalikan. Bahwa sesungguhnya dunia ini hanyalah sementara dan kenikmatan yang ada di dalamnya menipu manusia. Bahwa dunia ini ternyata hanyalah ujian bagi manusia, siapa yang bertaqwa, siapa yang ingkar.  Kesabaran dalam menahan hawa nafsu akan diganjar kenikmatan di akhirat kelak oleh Allah swt. Sementara orang yang kerap memperturutkan syahwatnya akan dibalas dengan siksa yang amat pedih.

Wallahu ta’ala alam.