Duh, sungguh menyayat hati, menyedihkan sekali…

Ya Allah Ya Rabb, lindungilah diri-diri kami, adik-adik kami, anak-anak kami, keluarga kami dari gelombang dasyat seks bebas dan segala keburukan dunia ini. Amiin.

—————

SOSIAL & BUDAYA
Liputan6 Aktual Tajam Terpercaya
22/07/2008 13:04 Seks Remaja
Dari Film Porno, Keperawanan Hingga Aborsi

Liputan6.com, Deli Serdang: Aktivitas maupun perilaku seksual saat ini banyak menghinggapi sebagian remaja di sejumlah daerah di Tanah Air. Tak jarang, aktivitas seksual yang belum pada waktunya ini mengakibatkan bocah kecil jadi korban pelecehan oleh remaja.

Di Deli Serdang, Sumatra Utara, misalnya. Belum lama ini seorang bocah menjadi korban pencabulan. Bunga, sebut saja begitu, menjadi korban tetangganya, Judika Lumbangaol. Kasus ini terungkap saat bocah berusia enam tahun itu dimandikan neneknya. Bunga mengaku sakit pada kemaluannya. Sang nenek, Rahmaida Simanjuntak, kemudian membawa masalah ini kepada polisi.

Saat diperiksa di Kantor Kepolisian Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Judika mengaku pencabulan itu terjadi dua hari lalu. Remaja 19 tahun ini mengaku nekat mencabuli bocah tetangganya itu lantaran tidak dapat mengendalikan nafsunya. Ini lantaran dia sering melihat situs porno di internet.

Dalam survei yang digelar di 12 kota besar pada tahun silam, Komisi Nasional Perlindungan Anak alias Komnas Anak mendapatkan hasil yang mencengangkan. Dari lebih 4.500 remaja yang disurvei, 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno.

Sebanyak 93,7 persen remaja sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat. Yang lebih menyeramkan lagi, 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi. Bahkan, 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.

Perilaku seks di kalangan remaja itu membuat Komnas Anak miris. “Ini cukup mengkhawatirkan kita,” ucap Sekretaris Jenderal Komnas Anak Arist Merdeka Sirait.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Komnas Anak secara tegas menyatakan remaja perlu dibekali dengan pendidikan seks. Masyarakat sudah waktunya untuk tidak lagi menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu. Dengan rumusan yang benar, pendidikan seks diyakini mampu membekali para remaja sehingga tidak terjerumus dalam seks bebas.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

http://www.liputan6.com/sosbud/?id=162668

Tahukah Anda?

Rasulullah saw tidak pernah berwudhu kecuali dengan air yang sedikit. Beliau senantiasa mengajarkan agar kita tidak menghambur-hamburkan salah satu nikmat Allah yang melimpah ruah ini.

“Adalah Rasulullah ketika berwudhu dengan (air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan sebanyak) satu sha’ sampai lima mud.” (HR. Muttafaq alaih).

Ulama kontemporer mengatakan bahwa satu mud setara dengan semangkuk kecil atau segenggam tangan, dan satu sha adalah setara dengan satu ember kecil atau dua genggam tangan.

Sementara kebanyakan kita sekarang tidak mau berwudhu apabila mendatangi keran air yang hanya meneteskan air yang sedikit. Kita lebih senang membuka keran lebar-lebar, menghambur-hamburkan air ketika berwudhu.

—–

Rasulullah saw memulai makan dengan berwudhu (mencuci tangan), kemudian duduk, membaca basmalah, dan dengan tangan kanannya. Beliau tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan untuknya, mengakhiri makan dengan hamdalah. Bersyukur adalah tabiat beliau.

Ibnu Majah dan Al Baihaqi meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa menginginginkan agar Allah memperbanyak kebaikan rumahnya, maka hendaklah ia berwudhu ketika santapannya datang dan diangkat.”

Abu Daud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah r.a., Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Taala (Basmalah). Dan apabila ia lupa menyebut nama Allah Taala pada awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan, Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan akhirnya).”

Muslim meriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah r.a. Ia mengatakan: “Pernah aku menjadi seorang budak di bawah pengawasan Rasulullah saw. Ketika (makan), tanganku bergerak di tempat makanan, Rasulullah saw. menegurku, “Hai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang dekat denganmu.”

Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa ia berkata: “Rasulullah saw. sama sekali tidak pernah mencela suatu makanan pun. Apabila beliau berselera terhadap makanan itu, maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak menyukainya, maka beliau meninggalkannya.”

Muslim meriwayatkan dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa itu lebih buruk.”

Sementara banyak dari kita yang makan sambil berdiri, segera melahap makanan dihadapan tanpa ampun, tanpa cuci tangan, lupa bismillah dan lupa hamdalah ketika berakhir. Belum lagi ketika mendapati makanan yang kurang enak, maka dengan segera mulut kita mengomel membicarakan rasa makanan yang tidak enak tiada henti. Kurang inilah, kurang itulah. Mengumpat dan mengejek si pembuat makanan dibelakangnya.

Sheikh Abdullah Azzam Bersama Kafilah Para Syuhada

"Sheikh AbdullahAzzam bukanlah orang biasa. Dia mewakili satu bangsa, satu
Ummat. Tubuh Ummat ada di dalam dirinya. Setelah kematiannya, para muslimah
sejauh ini gagal melahirkan seorang laki-laki yang mampu menggantikan
Beliau". [Usama bin Ladin, wawancara dengan TV Al-Jazeera, 1999] "Dialah
yang bertanggung jawab membangkitkan kembali Jihad di abad 20 ini".
[Majalah Time] "Dia tidak hanya mewakili dirinya sendiri, melainkan seluruh
Ummat. Ucapannya tidaklah seperti ucapan orang biasa. Sedikit bicaranya,
namun kandungannya sangat dalam. Jika engkau menatap matanya, hatimu akan
terpenuhi dengan iman dan cinta kepada Allah SWT".

[Ulama Mujahid asal Mekkah] " Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia,
tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak
terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam".

[Azzam Publications] " Pada dekade 1980-an, Syuhada Sheikh Abdullah Azzam
mencetuskan satu kalimat yang maknanya bergaung di seluruh medan pertempuran
Chechnya saat ini. Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah 'Alaihi menggambarkan
bahwa Para Mujahid yang gugur dalam pertempuran bergabung bersama "Kafilah
Para Syuhada".

[Ibnu Al-Khattab, Panglima Mujahidin Chechnya]

Abdullah Yusuf Azzam lahir pada tahun 1941 di Desa Asba'ah Al-Hartiyeh,
Propinsi Jiniin, Tanah Suci Palestina yang diduduki Israel. Beliau
dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana Beliau dididik agama Islam,
ditanamkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya SAW, terhadap Mujahid yang
berjuang di Jalan-Nya dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai
kehidupan akhirat.Semasa masih kanak-kanak, Abdullah Azzam sangat menonjol
di antara anak-anak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam
semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal Beliau sebagai
seorang anak yang shaleh.

Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan
guru-guru Beliau telah mengenali tanda-tanda ini sejak Beliau masih di
Sekolah Dasar. Sheikh Abdullah Azzam dikenal karena ketekunan dan
kesungguhannya bahkan sejak masih kecil, Beliau memperoleh pendidikan dasar
dan menengah di desanya dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah
Tinggi Pertanian Khadorri hingga memperoleh gelar. Meskipun Beliau yang
termuda di antara teman-temannya, namun Beliau adalah yang terpandai dan
terpintar. Setelah menamatkan pendidikannya di Khadorri Beliau bekerja
sebagai guru di Desa Adder, Yordania Selatan. Kemudian Beliau menuntut ilmu
di Fakultas Syariah, Universitas Damaskus Suriah hingga memperoleh gelar
B.A. di bidang Syariah pada tahun 1966.

Ketika tentara Yahudi merebut Tepi Barat pada tahun 1967, Sheikh Abdullah
Azzam memutuskan untuk pindah ke Yordania, karena Beliau tidak ingin hidup
di Palestina yang berada di bawah pendudukan Yahudi. Melihat bagaimana
tank-tank Israel maju memasuki Tepi Barat tanpa mendapatkan perlawanan yang
berarti, menimbulkan perasaan bersalah dalam diri Beliau, sehingga membuat
Beliau semakin mantap untuk hijrah dengan maksud agar dapat mempelajari ilmu
perang.

Pada akhir dekade 1960-an, dari Yordania Beliau bergabung dalam Jihad
menentang pendudukan Israel atas Palestina. Tidak lama kemudian Beliau pergi
belajar ke Mesir dan memperoleh gelar Master dalam bidang Syariah di
Universitas Al-Azhar, Kairo. Pada tahun 1970, setelah Jihad terhenti karena
kekuatan PLO diusir keluar dari Yordania, Beliau menjadi dosen di
Universitas Yordania di Amman. Setahun kemudian, tahun 1971, Beliau
memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar dimana Beliau melanjutkan
pendidikan S3 dan memperoleh gelar Ph.D dalam bidang Pokok-Pokok Hukum Islam
(Ushul-Fiqh) tahun 1973. Selama di Mesir inilah Beliau mengenal keluarga
Syuhada Sayyid Qutb (1906-1966). Sheikh Abdullah Azzam cukup lama turut
serta dalam Jihad Palestina. Namun ada hal yang tidak disukainya, yaitu
orang-orang yang terlibat di dalamnya sangat jauh dari Islam. Beliau
menggambarkan bagaimana orang-orang ini berjaga-jaga sepanjang malam sambil
bermain kartu dan mendengarkan musik, dan menganggap bahwa mereka sedang
menunaikan Jihad untuk membebaskan Palestina. Sheikh Abdullah Azzam
menyebutkan juga meskipun ada ribuan orang di basis-basis pemukiman, tetapi
jumlah orang yang hadir untuk shalat berjama?ah bisa dihitung dengan satu
tangan saja. Beliau berusaha mendorong mereka untuk menerapkan Islam
sepenuhnya, namun mereka bertahan untuk menolak. Suatu hari Beliau bertanya
kepada seorang "Mujahid" secara retoris, agama apa yang ada di belakang
revolusi Palestina, "Mujahid" itu menjawab dengan jelas dan gamblang,
"Revolusi ini tidak memiliki dasar agama apapun".

Habislah sudah kesabaran Abdullah Azzam. Beliau kemudian meninggalkan
Palestina, pindah ke Saudi Arabia dan mengajar di berbagai universitas di
sana.Saat Sheikh Abdullah Azzam menyadari bahwa hanya dengan kekuatan yang
terorganisir Ummat ini bisa menggapai kemenangan, lalu Jihad dan senjata
adalah kesibukan dan pengisi waktu luangnya.

"Jihad hanya dengan senjata. TIDAK dengan Negosiasi, TIDAK dengan
Perundingan Damai, TIDAK dengan Dialog", kalimat tersebut menjadi semboyan
Beliau. Beliau praktekkan apa yang selalu Beliau kumandangkan, sehingga
membuat Beliau menjadi salah satu di antara orang Arab pertama yang
bergabung dalam Jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet yang komunis. Pada
tahun 1980, ketika masih di Saudi Arabia, Abdullah Azzam memperoleh
kesempatan berjumpa dengan satu delegasi Mujahidin Afghanistan yang datang
untuk menunaikan ibadah Haji. Segera Beliau tertarik dengan kelompok ini dan
ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai Jihad Afghanistan. Ketika
dijabarkan kepadanya, Beliau merasa inilah yang sudah sejak lama sekali
Beliau cari-cari.Beliau segera melepaskan jabatannya sebagai dosen di
Universitas King Abdul-Aziz Jeddah Saudi Arabia, dan berangkat menuju
Islamabad Pakistan supaya dapat ikut serta dalam Jihad. Beliau pindah ke
Pakistan agar dapat lebih dekat dengan Jihad Afghanistan, dan di sanalah
Beliau mengenal pemimpin-pemimpin Mujahidin. Saat-saat pertama berada di
Pakistan, Beliau ditunjuk untuk memberikan kuliah di International Islamic
University di Islamabad. Namun tidak lama hal ini berlangsung, karena Beliau
memutuskan untuk meninggalkan universitas agar bisa mencurahkan seluruh
waktu dan energinya untuk Jihad Afghanistan. Pada permulaan dekade 1980-an,
Sheikh Abdullah Azzam langsung turun ke medan Jihad Afghanistan. Di Jihad
inilah Beliau merasa puas bisa memenuhi kerinduan dan cinta yang tak
terlukiskan untuk berjuang di Jalan Allah, persis seperti suatu kali
Rasulullah SAW bersabda : "Berdiri satu jam dalam pertempuran di Jalan Allah
lebih baik daripada berdiri menunaikan shalat selama enam puluh tahun".

Terinspirasi oleh Hadits ini, Sheikh Abdullah Azzam beserta keluarganya
memutuskan pindah ke Pakistan agar lebih dekat dengan medan Jihad. Tidak
lama setelah itu Beliau pindah lagi dari Islamabad ke Peshawar supaya bisa
lebih dekat lagi dengan medan Jihad dan Syahid.Di Peshawar, bersama dengan
Usama bin Ladin yang juga teman dekatnya, Sheikh Abdullah Azzam mendirikan
Baitul-Anshar (Mujahideen Services Bureau atau Kantor Pelayanan Mujahidin)
dengan tujuan untuk menawarkan semua bantuan yang memungkinkan bagi Jihad
Afghanistan dan Para Mujahid dengan cara mengadakan dan me-manage berbagai
proyek yang menunjang Jihad. Kantor ini juga menerima dan melatih para
sukarelawan (Foreign Mujahideen) yang berbondong-bondong datang ke Pakistan
untuk ikut serta dalam Jihad dan mengatur penempatan mereka di garis depan.

Dapat diduga, semua hal ini masih belum cukup memuaskan keinginan Sheikh
Azzam yang menggebu-gebu berjihad. Keinginan inilah yang akhirnya membawanya
pergi ke garis depan. Di medan pertempuran Sheikh Abdullah Azzam mengambil
peranan dengan sikap ksatria dalam perjuangan yang penuh dengan pengorbanan
yang besar. Di Afghanistan Beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau
selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh
propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, Pegunungan Hindukush, Lembah
Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Sheikh Abdullah Azzam
menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah
mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayanya Dien
Islam. Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Sheikh Azzam selalu
berbicara tentang Jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdo'a agar Para
Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu
mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk
memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.

Abdullah Azzam sangat dipengaruhi oleh Jihad Afghanistan dan Beliaupun
sangat besar pengaruhnya pada Jihad ini sejak Beliau mengabdikan diri
sepenuhnya dalam perjuangan ini. Beliau menjadi salah satu tokoh yang paling
menonjol dan berpengaruh bersama dengan pemimpin-pemimpin bangsa Afghanistan
lainnya. Beliau tidak tanggung-tanggung mempromosikan perjuangan Afghanistan
ke seluruh dunia, khususnya ke kalangan Ummat Islam. Beliau berkeliling
dunia, menyampaikan panggilan kepada Kaum Muslimin untuk beraksi
mempertahankan agama dan Tanah Muslim. Beliau menulis sejumlah buku tentang
Jihad, seperti Join the Caravan, Signs of Ar-Rahman in the Jihad of the
Afghan, Defence of the Muslim Lands dan Lovers of the Paradise Maidens.
Bahkan Beliau turun langsung ke medan Jihad Afghanistan, meskipun usia
Beliau telah lebih dari 40 tahun. Beliau menjelajahi Afghanistan, dari utara
ke selatan, dari timur ke barat, menembus salju, mendaki pegunungan, di
bawah panas terik matahari dan dingin yang membekukan tulang, dengan
menunggang keledai maupun berjalan kaki. Banyak Pemuda yang bersama Beliau
kelelahan, namun Sheikh Abdullah Azzam tidak. Beliau merubah pandangan Ummat
Islam terhadap Jihad di Afghanistan dan menjadikan Jihad ini sebagai
perjuangan yang Islami yang merupakan kewajiban seluruh Ummat Islam di
dunia. Hasil dari usaha ini adalah Jihad Afghanistan menjadi universal
dimana Ummat Islam dari seluruh dunia turut serta. Para Pejuang Muslim dari
seluruh penjuru dunia secara sukarela berdatangan ke Afghanistan untuk
memenuhi kewajiban Jihad dan membela Saudara-saudara Muslimin dan Muslimah
mereka yang tertindas.

Kehidupan Sheikh Azzam berkisar hanya kepada satu tujuan, yakni menegakkan
Hukum Allah di muka bumi ini, yang merupakan tanggung jawab yang pasti bagi
setiap dan segenap Ummat Muslim. Dalam rangka melaksanakan tugas suci dalam
hidup ini yaitu menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah (negara yang
berdasarkan pada hukum Islam), Sheikh Azzam mengkonsentrasikan kepada Jihad
(perjuangan bersenjata untuk menegakkan Islam). Beliau berkeyakinan bahwa
Jihad wajib dilaksanakan sampai Khilafah Islamiyyah ditegakkan sehingga
cahaya Islam menerangi seluruh dunia.

Beliau juga menjaga dan memelihara keluarganya dengan semangat perjuangan
yang sama, sehingga istrinya, sebagai contoh, aktif mengurus anak-anak yatim
piatu dan aktif dalam berbagai tugas kemanusiaan di Afghanistan. Beliau
menolak jabatan di beberapa universitas dengan menyatakan bahwa dirinya
tidak akan pernah meninggalkan Jihad kecuali jika gugur di medan perang atau
terbunuh. Beliau selalu menekankan kembali bahwa tujuannya yang terakhir
adalah membebaskan Tanah Suci Palestina. Dalam hal ini Beliau menyatakan:
"Saya tidak akan meninggalkan Tanah Jihad kecuali karena tiga hal. Pertama,
saya terbunuh di Afghanistan. Kedua, saya terbunuh di Pakistan. Ketiga, saya
diborgol dan diusir dari Pakistan"

Jihad di Afghanistan telah membuat Abdullah Azzam menjadi penyangga utama
dalam gerakan Jihad di jaman modern sekarang. Dengan turun langsung dalam
Jihad ini dan dengan mempromosikannya serta menjelaskan kendala-kendala yang
menghambat gerakan Jihad, Beliau memiliki peranan yang sangat berarti dalam
meluruskan pendapat Ummat Islam tentang Jihad dan perlunya menegakkan Jihad.
Beliau menjadi panutan bagi generasi muda yang menyambut panggilan Jihad.
Beliau amat mementingkan Jihad dan butuh akan Jihad. Sekali waktu Beliau
berkata :"Saya merasa seolah-olah berumur 9 tahun. Tujuh setengah tahun
dalam Jihad di Afghanistan dan satu setengah tahun dalam Jihad di Palestina.
Sisa tahun lainnya tidak berarti sama sekali".

Dari atas mimbar Sheikh Azzam berulangkali menekankan keyakinannya : "Jihad
tidak boleh ditinggalkan sampai hanya Allah SWT saja yang disembah. Jihad
akan terus berlangsung sampai Kalimat Allah ditinggikan. Jihad sampai semua
orang yang tertindas dibebaskan. Jihad untuk melindungi kehormatan kita dan
merebut kembali Tanah kita yang dirampas. Jihad adalah Jalan untuk mencapai
kejayaan abadi?.

Sejarah dan semua orang yang mengenal dekat Sheikh Abdullah Azzam mencatat
keberanian Beliau dalam berbicara tentang kebenaran, dengan mengabaikan
segala konsekuensi yang ada.Setiap saat Sheikh Abdullah Azzam mengingatkan
seluruh Kaum Muslimin bahwa :"Ummat Islam tidak dapat dikalahkan oleh ummat
lainnya. Kita Ummat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuh-musuh kita, namun
kita bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri".

Sheikh Abdullah Azzam adalah contoh seorang yang berperilaku Islami dengan
baik, dengan amal shalehnya, dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan dengan
kesederhanaannya dalam segala hal. Beliau tidak pernah mencemari hubungan
baiknya dengan orang lain. Sheikh Azzam selalu mendengarkan pendapat Para
Pemuda, Beliau amat disegani dan tidak terbersit sedikitpun rasa takut di
dalam hatinya. Beliau selalu berpuasa selang seling hari seperti yang
dilakukan Nabi Daud AS. Dan juga selalu menghimbau yang lainnya untuk
berpuasa hari Senin dan Kamis. Sheikh Azzam adalah orang yang selalu
berterus terang, tulus dan mulia. Beliau tidak pernah mencaci orang lain
atau berbicara yang tidak baik mengenai orang lain.Satu saat sekelompok
Muslim yang tidak puas di Peshawar mencap Sheikh Azzam sebagai kafir dan
menuduhnya meminta uang dari Kaum Muslimin untuk dihambur-hamburkan. Ketika
Sheikh Azzam mendengar hal ini, Beliau tidak mencari dan mendebat mereka,
malah mengirimi mereka berbagai hadiah. Namun kelompok tersebut tetap saja
mencaci maki, mengumpat dan memfitnah Beliau, dan Beliau terus saja
mengirimi mereka hadiah lainnya. Bertahun-tahun kemudian, ketika akhirnya
menyadari kesalahannya, mereka berkomentar :

"Demi Allah, kami belum pernah menemui seseorang seperti Sheikh Abdullah
Azzam. Beliau tetap saja memberi kami uang walaupun kami selalu mengutuk dan
mencaci Beliau"

Selama Jihad Afghanistan berlangsung, Beliau telah berhasil menyatukan
berbagai kelompok Mujahidin dalam Jihad ini. Dan tentu saja kebanggaan
Beliau terhadap Islam menimbulkan rasa benci di kalangan musuh agama,
sehingga musuh membuat rencana untuk menghabisi nyawa Beliau. Pada November
1989, sejumlah bahan peledak TNT diletakkan di bawah mimbar dimana Beliau
selalu menyampaikan khutbah setiap hari Jum?at. Demikian besar jumlah
peledak tersebut sehingga seandainya meledak akan menghancurkan seluruh
Masjid termasuk apa saja dan siapa saja yang ada di dalamnya. Ratusan
Muslimin dapat terbunuh. Namun Allah memberikan perlindungan-Nya dan bom
tersebut tidak meledak.

Musuh-musuhpun semakin berhasrat melaksanakan rencana gilanya. Mereka
mencobanya sekali lagi di Peshawar, tidak lama berselang setelah kejadian
tersebut. Ketika itulah Allah SWT berkehendak agar Sheikh Abdullah Azzam
meninggalkan dunia ini menuju haribaan-Nya (kita berharap demikian Insya
Allah). Dan Sheikh wafat dengan cara yang gemilang pada hari Jum'at 24
November 1989 pukul 12.30 siang.Musuh-musuh Allah meletakkan tiga bom di
jalan yang sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja. Jalan tersebut
adalah jalan yang biasa dilalui oleh Sheikh Abdullah Azzam untuk menunaikan
shalat Jum'at. Pada hari Jum'at itu, Sheikh Azzam bersama dengan dua
anaknya, Ibrahim dan Muhammad, serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim
Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad Afghanistan lainnya), melalui jalan
tersebut. Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada, dan Sheikh
Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Musuh-musuh
yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut.
Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.

Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid, dan menyaksikan pemandangan yang
mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur
lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100
meter, demikian pula dengan kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang
hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan
kawat-kawat listrik. Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar
di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah
terlihat mengalir dari mulut Beliau.

Ledakan itu telah mengakhiri perjalanan hidup Sheikh Abdullah Azzam di
dunia, yang telah Beliau lalui dengan baik melalui perjuangan, daya upaya
sepenuhnya, dan pertempuran di Jalan Allah SWT. Hal ini semakin menjamin
kehidupannya yang sebenarnya dan abadi di Taman Surga -kita memohon kepada
Allah demikian, dan menikmatinya bersama dengan teman-teman yang mulia yakni
: "Dan barangsiapa yang mena?ati Allah dan Rasul-Nya mereka ini akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu :
Para Rasul, Para Shiddiqiin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang
Shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" [QS An-Nisaa:69]

Dengan cara seperti inilah Pahlawan Besar dan Penggerak Kebangkitan Islam
meninggalkan medan Jihad dan dunia ini, dan tidak akan pernah kembali lagi.
Beliau dimakamkan di Makam Para Syuhada Pabi di Peshawar Pakistan, dimana
Beliau bergabung bersama-sama dengan ratusan Syuhada lainnya. Semoga Allah
menerima Beliau sebagai Syuhada dan menganugerahinya tempat tertinggi di
Surga. Pertempuran yang telah Beliau lalui dan telah Beliau perjuangkan
tetap berlanjut melawan musuh-musuh Islam. Tidak satupun Tanah Jihad di
seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang
tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam
Rahmatullah 'Alaihi.

Kita memohon kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah Beliau dan
menempatkan Beliau di Surga Tertinggi. Kita memohon kepada Allah SWT untuk
membangkitkan dari Ummat ini Ulama-Ulama lain sekaliber Beliau, yang
menerapkan pengetahuannya di medan perjuangan, bukan hanya menyimpannya di
dalam buku dan di dalam Masjid saja.Melalui biografi ini, kami merekam
kejadian-kejadian dalam sejarah Islam selama sepuluh tahun terakhir dari
tahun 1979 hingga 1989, dan akan terus berlanjut sebagaimana Sheikh Abdullah
Azzam berkata :

"Sesungguhnya sejarah Islam tidaklah ditulis melainkan dengan darah Para
Syuhada, dengan kisah Para Syuhada, dengan teladan Para Syuhada""Mereka
berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, dan Allah
tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang
kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa
petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala
agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai" [QS At-Taubah:32-33].

Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pem-batal ke-Islam-an, namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pem-batal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat.
Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah:

1. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah –Sub-hānahu wa Ta’ālā–.

2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa, syafa’at dan tawakkal.

3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka.

4. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– adalah lebih sempurna dan lebih baik.

Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– dan lebih mengutamakan hukum thāghūt daripada hukum Rasulullah –Shal-lallahu ‘alayhi wa Sallama–. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam, maka ia telah kafir.

Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, atau bahkan berang-gapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabbnya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam, misalnya masalah rajam dan qishash, sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperboleh-kan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah –Subhā-nahu wa Ta’ālā– dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya, maka ia telah kafir, meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam.

5. Membenci hal-hal yang berasal dari Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, walaupun mengamalkannya.

6. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, seperti pahala atau balasan yang akan diterima.

7. Melakukan sihir, karena pelakunya dihukumi kafir.

8. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin.

9. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–.

10. Berpaling dari agama Allah –Subhānahu wa Ta’ālā–, baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya.

Ahad 18 Mei, 12:13 AM

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .

Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.

Allahumma Amin..

<!– –>

Rabu 04 Jun, 01:31 PM

Articels - Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

* Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
* National Integration Movement (IIM)
* The Wahid Institute
* Kontras
* LBH Jakarta
* Jaingan Islam Kampus (JIK)
* Jaringan Islam Liberal (JIL)
* Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
* Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
* Institut Dian/Interfidei
* Masyarakat Dialog Antar Agama
* Komunitas Jatimulya
* eLSAM
* Lakpesdam NU
* YLBHI
* Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
* Lembaga Kajian Agama dan Jender
* Pusaka Padang
* Yayasan Tunas Muda Indonesia
* Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
* Crisis Center GKI
* Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
* Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
* Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
* Gerakan Ahmadiyah Indonesia
* Tim Pembela Kebebasan Beragama
* El Ai Em Ambon
* Fatayat NU
* Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
* Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
* Koalisi Perempuan Indonesia
* Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
* Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
* Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
* SHEEP Yogyakarta Indonesia
* Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
* Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
* LSM Adriani Poso
* PRKP Poso
* Komunitas Gereja Damai
* Komunitas Gereja Sukapura
* GAKTANA
* Wahana Kebangsaan
* Yayasan Tifa
* Komunitas Penghayat
* Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
* Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
* Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
* Crisis Center SAG Manado
* LK3 Banjarmasin
* Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
* Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
* Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
* PERCIK Salatiga
* Sumatera Cultural Institut Medan
* Muslim Institut Medan
* PUSHAM UII Yogyakarta
* Swabine Yasmine Flores-Ende
* Komunitas Peradaban Aceh
* Yayasan Jurnal Perempuan
* AJI Damai Yogyakarta
* Ashram Gandhi Puri Bali
* Gerakan Nurani Ibu
* Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.

Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari ‘The Hidden Agenda’ di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.(bersambung/eramuslim.com)

Mengapa Ahmadiyyah Sesat dan Menyesatkan?

<!– –>

Rabu 04 Jun, 07:53 AM

International Jihad Analysis - Di masa Rasulullah SAW ada seseorang yang mengaku nabi, bernama Musailamah Al-Kaddzab. Gelar Al-Kaddzab berarti si Pendusta, karena dia memang berdusta dengan mengaku sebagai nabi. Selain mengaku nabi, Musailamah juga merasa mampu menandingi ayat Al-Qur’an dengan gubahannya sendiri Ad Difda’u atau Katak. Al Jahiz, sastrawan Arab dalam bukunya ‘Al Hayawan’ mengomentari gubahan nabi palsu ini dengan mengatakan: ”Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al-Qur’an itu yang turun kepadanya sebagai wahyu.”

Ghulam Mirza
Ghulam Mirza Ahmad Bersama Para Pengikutnya, Dia Ditengah, Barisan ke 2 dari Kiri no 4,Laknatullah..
Kini, seseorang kembali mengaku nabi. Namanya Mirza Ghulam Ahmad, lahir di Qodian (India) pada tanggal 15 Februari 1835 M dan meninggal tanggal 26 Mei 1908 M. Selain mengaku nabi dan rosul, Mirza juga mengaku sebagai Imam Mahdi, serta mengaku menerima wahyu, yang disebut dengan Tadzkirah. Dengan kitab ‘suci’ yang dibuatnya ini Mirza Ghulam Ahmad membai’at murid-muridnya dan mengembangkan sekte sesat dan menyesatkan dengan nama Ahmadiyyah. Saat ini Ahmadiyyah yang masuk di Indonesia sejak tahun 1935 telah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain.

Di masa lalu, para Sahahabat, seperti Abu Bakar Ash Shiddiq segera mengirimkan panglima terbaik dalam Islam, Khalid bin Walid sang pedang Allah untuk menghabisi sang nabi paslu, Musailamah Al Kadzzab. Sebelumnya telah dikirim, panglima Islam lainnya, Usamah bin Zaid yang teryata kewalahan menghadapi nabi palsu tersebut, Musailamah Al-Kadzab dan istrinya, Sajah. Barulah ketika tentara Islam pimpinan Khalid bin Walid ini menyerbu Musailamah Al-Kaddzab di Yamamah, maka sang nabi palsu Musailamah terbunuh bersama 10.000 orang murtad lainnya. Ath-Thabari, seorang  sejarawan Islam menyebutkan bahwa belum pernah ada perang sedahsyat itu dalam memerangi kesesatan, terutama ajaran yang sesat dan menyesatkan.

Tadzkirah Kitab “Suci” yang Menyesatkan

“Apabila engkau (Mirza) berniat untuk mengerjakan pekerjaan yang besar, maka bertawakallah kepada Allah, dan jadikanlah perahu (jema’at di hadapan Kami menurut wahyu Kami). Orang-orang yang mengambil bai’at kepada engkau (yakni murid-murid engkau), mereka bai’at kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka”.

(Kitab “Suci” Tadzkirah, hal 163)

Mirza Kafir

Dalam buku Ahmadiyyah & Pembajakan Al-Qur’an karya M.Amin Djamaluddin, disebutkan bahwa kitab “suci” Ahmadiyyah, Tadzkirah telah membajak ayat Al-Qur’an sebanyak 132 ayat. Dalam Tadzkirah sang nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad mencampur-adukkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bahasa Arab, bahasa Urdu, dan bahasa Persia.

Wahyu palsu yang diklaim Mirza Ghulam Ahmad diturunkan padanya sebenarnya adalah bajakan dari potongan beberapa ayat Al-Qur’an dari surat Ali Imran ayat 159, Surat Hud ayat 37 dan surat Al-Fath ayat 10 yang disambung menjadi satu ‘wahyu’. Dengan wahyu rekayasa inilah Mirza Ghulam Ahmad membentuk aliran sesat Ahmadiyyah dengan suatu keyakinan Jama’at Ahmadiyyah itu identik dengan perahu nabi Nuh a.s. Menurut Mirza, barang siapa yang tidak mau masuk dalam Jama’at Ahmadiyyah sama saja dengan orang yang tidak mau naik (masuk) dalam perahu nabi Nuh Nuh dan akan tenggelam semuanya yaitu akan masuk neraka.

Ahmadiyyah juga menganggap kitab “suci” Tadzkirah sama sucinya dengan kitab suci Al-Qur’an, bahkan lebih besar. Jama’at ini juga mempunyai tempat suci tersendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Mereka bahkan memiliki surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan serifikat kavling surga tersebut dijual kepada jama’ahnya dengan harga yang sangat mahal. Parahnya lagi, wanita-wanita Ahmadiyyah haram menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadiyyah, tetapi lelaki Ahmadiyyah boleh kawin dengan perempuan yang bukan Ahmadiyyah. Selain itu, seorang pengikut Ahmadiyyah tidak boleh bermakmum dengan (di belakang) imam yang bukan Ahmadiyyah. Ahmadiyyah juga mempunyai tanggal, bulan, dan tahun sendiri, yang mereka beri nama dengan Hijri Syamsyi atau disingkat menjadi HS.

Keanehan dan penyimpangan-penyimpangan ini barulah sebagian kecil dari pokok-pokok ajaran Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Bahkan Ahmadiyyah bisa disebut sebagai sebuah agama baru, dan bukan Islam. Hal ini karena Ahmadiyyah memiliki nabi tersendiri, yakni Mirza Ghulam Ahmad, kitab “suci” tersendiri yaitu Tadzkirah, dan ajaran-ajaran tersendiri yang menyimpang jauh dari ajaran Islam. Dr. Muhammad Iqbal, ilmuan Islam yang juga berasal dari India mengingatkan :

“Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) adalah gerakan penentang Nabi Muhammad SAW, dan komplotan penentang Islam dan agama yang terpisah, dari agama Islam, bahwa Qadianisme adalah umat yang berdiri sendiri bukan bagian dari umat Islam”.

“Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) akan menarik umat nabi Muhammad SAW dan mendirikan umat baru di India. Sesungguhnya Qadianisme lebih berbahaya bagi kehidupan masyarakat Islam Hindia dibangdingkan aliran Spenoza dengan filosof Yahudi yang memberontak dengan peraturan-peraturan Yahudi”.

Ahmadiyyah : Rekayasa dan Konspirasi Musuh Islam

Dalam salah satu kitabnya, Mirza Ghulam Ahmad menulis : “ Aku adalah Imamuzzaman pada abad sekarang dan Allah telah menghimpun tanda-tanda pada diriku”. Mirza mengaku dan menganggap dirinya Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu dan dijanjikan kedatangannya oleh umat Islam seluruh dunia.

Jema’at Ahmadiyyah meyakini bahwa Allah SWT telah membangkitkan seorang utusan rohani umat manusia di seluruh dunia, yaitu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Masih Mau’ud dan Imam Mahdi. Mirza Ghulam Ahmad sendiri menyatakan bahwa “Barang siapa yang tidak benar-benar yakin bahwa akan hadirnya Masih dan Mahdi yang dijanjikan, ia bukan dari Jama’atku, yakni jama’at Ahmadiyyah.

Cerita dan klaim konyol seperti ini sudah sering terjadi sebelumnya yang teryata didalangi oleh musuh-musuh Islam. Musuh-musuh Islam memanfaatkan nubuwah (berita kenabian) diutusnya Imam Mahdi di akhir zaman dengan memanipulasi sosok Al Mahdi dan memunculkan tokoh-tokoh rekayasa untuk dipercaya sebagai Al Mahdi, termasuk Mirza Ghulam Ahmad.

Keyakinan akan turunnya Imam Mahdi telah dimanipulasi oleh musuh-musuh Islam, salah satunya Inggris. Inggris yang pada waktu itu menjajah India, kesal dan putus asa terhadap sikap kaum muslimin yang anti pati dan nonkooperatif terhadap Inggris. Sikap umat Islam ini membuat mereka terpojok dibanding umat Hindu yang bersikap kooperatif. Dalam kondisi lemah dan tertindas inilah muncul gerakan Mahdiisme yang dipelopori Ahmadiyyah yang berorientasikan pada pembaharuan pemikiran. Mirza Ghulam Ahmad tampil sebagai sosok yang mengaku telah diangkat sebagai Al-Mahdi dan Al-Masih oleh Tuhan, merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk memajukan Islam dan umat muslim dengan memberi interpretasi baru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tuntutan zamannya, sebagai yang diilhamkan Tuhan kepadanya.

Dalam novel The Mahdi karya AJ Quinnel (1981) diceritakan konspirasi antara agen M-16 (Inggris) dengan agen CIA (Amerika) dalam merekayasa kehadiran sosok Al Mahdi, Abu Qadir, seorang sufi asal Saudi. Dalam sinopsis novel tersebut dikatakan : Sebuah cerita spionase spektakuler tentang dinas-dinas rahasia internasional yang merencanakan untuk menguasai kekuatan Islam yang sedang berkembang melalui sebuah mukjizat buatan, di depan mata jutaan umat Islam beriman di Kota Mekah. Menampilkan seorang Mahdi baru : Itulah sasaran yang ingin dicapai setiap agen dinas rahasia Barat. Seorang ‘nabi boneka’ merupakan sebuah kunci yang tak terbayangkan bagi kekuatan internasional. Menampilkan, sudah tentu seorang “nabi” yang tetap berfungsi sebagai boneka.

Fenomena munculnya nabi-nabi palsu akhir zaman seperti Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Mosadeq, hingga Lia Aminuddin dengan klaim sebagai Al Masih, menerima wahyu dari Jibril a.s. sekaligus mengaku sebagai nabi yang mendapat wahyu menjadi realitas tak terbantahkan akan adanya konspirasi untuk menghancurkan Islam yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Pelbagai cerita “mukjizat” biasanya diumbar oleh para nabi palsu ini untuk meyakinkan para pengikutnya. Padahal, bisa jadi “mukjizat” palsu itu sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam, baik yang nyata maupun tidak.

Untuk membuktikan kemahdian Abu Qadir, agen Inggris M-16 membangun instalasi komunikasi rahasia dalam gua yang biasa digunakan sang sufi untuk meditasi. Lewat satelit, diproduksilah visualisasi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, sehingga seolah dia pun menerima ‘wahyu’.

Sementara itu, Mirza Ghulam Ahmad mengaku menemukan sebuah makam di Srinagar, Punjab, India. Menurutnya makam tersebut adalah makam Yus Asaf yang diyakini sebagai Isa Al-Masih, sesudah pengembaraannya yang panjang dari Palestina ke Kashmir, India. Sesudah penemuan makam tersebut, barulah dicari hadits-hadits mahdiyah (tentang Imam Mahdi) yang relevan sebagai dasar keyakinan Ahmadiyyah. Maka pada tahun 1890, Mirza Ghulam Ahmad pun mendakwahkan dirinya sebagai Imam Mahdi. Selaku Imam Mahdi ia mendapat wahyu dari Allah SWT, yang berbunyi : “Bangkitlah! Waktu yang ditetapkan untukmu telah tiba…”

Dalam situs resmi Ahmadiyyah Indonesia, terdapat artikel tentang biografi Mirza Ghulam Ahmad yang ditulisnya sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Al Masih yang ditunggu). Lewat situs ini Ahmadiyyah gencar berpropaganda, bahkan menyiarkan langsung ceramah khalifah mereka di London.

Berikut kutipan dari situs Ahmadiyyah Indonesia tentang tanda-tanda kematian Mirza Ghulam Ahmad :

Pada bulan Desember 1905, Hazrat Ahmad as. mendapat ilham yang menerangkan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, oleh karenanya beliau menulis sebuah buku yang berjudul Al-Wasiat, yang disebar luaskan kepada seluruh warga Jemaat Ahmadiyah. Di dalamnya beliau as. memberitahukan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, dan menasihatkan agar Jemaat tenteram serta berbesar hati.

Demikian pula, berdasarkan ilham Ilahi, Hazrat Ahmad as. mengumumkan untuk membuat sebuah areal perkuburan khusus (Bahesyti Maqbarah), dan orang-orang yang akan dikebumikan disana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Yakni mengurbankan paling sedikit 1/10 harta bendanya dan 1/10 dari penghasilannya setiap bulan untuk kepentingan Islam. Hazrat Ahmad as menjelaskan :
“Allah Taala telah memberi kabar suka kepada saya, bahwa di perkuburan itu hanya orang-orang ahli surga saja lah yang akan dikuburkan.”

Lihat, kesesatan Ahmadiyyah yang meyakini pimpinan mereka menerima wahyu (meski diubah kata-katanya menjadi ilham), dan meyakini dengan yakni bahwa pimpinan mereka akan masuk serga.

Selain itu, kucuran dana Ahmadiyyah juga sangat besar. Untuk menggaji pegawainya saja Ahmadiyyah mengeluarkan sekitar 60 juta/bulan. Ahmadiyyah juga setiap bulannya membagikan brosur kepada masyarakat, membagikan buku-buku yang berisi ajaran Ahmadiyyah secara gratis kepada masyarakat. Semuanya itu dilakukan dari markas besar mereka di Parung Bogor, Jawa Barat di atas tanah seluas 15 ha.

Harus Diapakan Ahmadiyyah ?

Sejak kemunculannya, Ahmadiyyah telah ditentang oleh seluruh ulama. Namun, berkat bantuan Inggris yang menjajah India ketika itu, keberadaan Ahmadiyyah tetap langgeng bahkan semakin berkembang cepat. Ketika Pakistan melarang keberadaan Ahmadiyyah, khalifah atau pemimpin tertinggi mereka melarikan diri ke Inggris dan memindahkan markasnya pula ke sana.

Pasca kematian Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1908 M, kepemimpinan Ahmadiyyah berpindah secara estafet kepada seseorang yang kemudian diyakini sebagai khalifah, dan mendapat gelar Hadhrat. Kepemimpinan pertama Ahmadiyyah selepas kematian Mirza adalah Hadhrat Hafiz H. Hakim Nuruddin selaku khalifah I hingga meninggal tahun 1914 M. Selanjutnya dipilih khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang memangku jabatan tersebut dari tahun 1914 hingga 1965. Kemudian, ia digantikan oleh khalifah III Hadhrat Hafiz Nasir Ahmad yang meninggal dunia tahun 1982. Selanjutnya kekhalifahan dijabat oleh khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad hingga sekarang.

Ironisnya, di bulan Juni-Juli 2000 M, Ahmadiyyah yang telah difatwakan sesat oleh MUI, dinyatakan sebagai aliran kafir di luar Islam oleh Liga Dunia Islam di Mekkah, justru disambut dengan upacara penting di negeri ini oleh Dawam Rahardjo, Gus Dur, dan Amien Rais. Ketika itu, khalifah ke IV Ahmadiyyah, Taher Ahmad yang bermarkas di London, Inggris berkunjung ke Indonesia. Tentu saja sambutan kepada penerus nabi paslu tersebut akan mengakibatkan kaburnya pandangan umat Islam akan kesesatan dan menyesatkannya Ahmadiyyah. Bisa jadi, Ahmadiyyah akan dianggap sebagai ajaran yang benar, yang perlu juga dibela dan dilindungi sebagaimana pandangan awam saat ini. Padahal sudah jelas sejelas matahari di siang hari bahwa Ahmadiyyah adalah sesat dan menyesatkan!

Prof.KH. Ibrahim Hasan LML, Rektor IIQ Jakarta mewajibkan kaum muslimin untuk berjuang membubarkan Ahmadiyyah. Bahkan hampir seluruh ormas Islam ketika itu telah menandatangani kesepakatan agar Ahmadiyyah dibubarkan, karena telah menodai Al-Qur’an. Peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 1995.

Syuriah Nahdatul Ulama, melalui Rois (Ketua) dan pelaksana harian syuriyahnya, KH Ma’ruf Amin, memutuskan bahwa Ahmadiyyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Maka sudah seharusnya aliran yang memutar-balikkan Al Qur’an tersebut dilarang. Ahmadiyyah, menurut keputusan Syuriyah memutar-balikkan ayat Al-Qur’an, bahkan mengakui adanya nabi baru setelah nabi Muhammad SAW. Mirza Ghulam Ahmad dianggap sebagai nabi. Itu jelas menyimpang dari ajaran Islam dan harus dilarang, uangkap KH Ma’ruf Amin menjawab harian Pelita, Agustus 1995.

Sejak saat itu, kaum muslimin tiada henti menuntut pembubaran Ahamdiyyah di negeri ini. Lebih dari 10 tahun telah berlalu, umat Islam tidak henti dan tidak bosan menyuarakan kebenaran dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, menolak keberadaan Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Kaum muslimim yakin bahwa Ahmadiyyah adalah sebuah kemungkaran dan kemungkaran harus diingkari menurut kadar kemampuan. Karena jika kemungkaran seperti Ahmadiyyah tidak dihilangkan, maka akan menyebabkan negara dan umat akan binasa, sebagaimana hadits Rosul SAW :

“Maka jika mereka membiarkan mereka berbuat menurut keinginan mereka, niscaya mereka akan binasa, dan jika mereka mencegahnya, maka mereka semua akan selamat”.

Abdul Mun’im Halimah “Abu Bashir” dalam bukunya “Fatwa Mati Buat Penghujat” menyatakan, mencegah dan menjatuhkan sanksi hukuman terhadap pelaku kemungkaran tidaklah bertentangan ataupun berlawanan dengan keadaan Allah yang akan menghukumnya sendiri kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah :

“Dan kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepada kalian adzab siksaan (yang besar) dari sisi-Nya, atau (adzab siksaan) dengan tangan-tangan kami.” (QS At Taubah : 52)

Adapun siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka melalui tangan-tangan kita adalah sewaktu mereka menampakkan kepada kita kebatilan dan kekafiran mereka. Sedangkan siksaan yang datang dari sisi Allah adalah kelak nanti pada hari kiamat, hari di mana mereka dibawa menghadap Allah SWT. Lalu, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang amat pedih.

Wallahu’alam bis showab!
By: M. Fachry

International Jihad Analysis
Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com
The State of Islamic Media

Perancis (arrahmah) - Perkembangan Islam di Prancis sangat pesat. Dalam kurun waktu setahun sebanyak 3.600 orang Prancis memeluk agama Islam. Perkembangan ini menjadi perhatian kaum non-Islam di Prancis belakangan ini.

Pimpinan Departemen Agama Prancis Didier Yeshi menjelaskan, dalam waktu sehari tercatat 10 orang memeluk agama Islam. Dan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tercatat 60 ribu orang masuk Islam.

Yeshi menambahkan, setelah terjadi migrasi besar-besaran di Benua Eropa, terjadi perubahan gen manusia dan suku bangsa pada benua ini. Begitu pula dengan agama, terjadi perubahan pemeluk agama. Itulah yang terjadi di Prancis yang merupakan salah satu negara terpenting di Eropa.

Islam kini menjadi agama terbesar kedua di negara ini dalam masa sepuluh tahun. Di samping itu, sekarang Islam adalah agama yang paling cepat penyebarannya.

www.arrahmah.com, Rabu 11 Jun, 08:48 AM

SKB bersama tentang Ahmadiyah telah dikeluarkan. Seperti janjinya, Panglima Komando Laskar Islam Munarman menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Munarman datang tanpa pengacaara malam tadi tepat pukul 19.55, Senin Malam, (09/06). Munarman mengaku walaupun isi SKB belum cukup, tapi itu langkah maju untuk pembubaran Ahmadiyah dalam rangka mengakomodir aspirasi umat Islam. Dirinya berkorban demi pertahankan akidah Islam.

Selama sepekan sejak insiden Monas, Munarman mengaku dirinya hanya berada di Jakarta. Para wartawan yang sejak sepekan lalu menanti kedatangan Munarman mengaku terkejut dengan kedatangan Panglima Komando Laskar Islam ini. Tidak ada wajah lesu di wajah Munarman sesaat setelah ia tiba di Polda. Mengenakan kaos putih dan membawa tas selempang warna hitam, Munarman menebar senyum ke arah wartawan.

Kedatangan Munarman ke Polda Metro Jaya malam tadi untuk menepati janji dirinya. Dia siap bertanggungjawab penuh atas insiden Monas yang sebenarnya dipicu oleh provokasi kaum liberalis AKKBB. Ia mengaku SKB yang dikeluarkan pemerintah belum memenuhi keinginannya untuk membubarkan Ahmadiyah.

“Saya ingin memenuhi janji, saya bukan pengecut,” kata Munarman saat menyerahkan diri kepada Mapolda Metro Jaya.

“SKB belum memenuhi keinginannya. Tuntutannya SKB menjadi Kepres, Ahmadiyah harus dibubarkan,” kata salah satu tim pengacara Munarman, Khairil Syah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2008).

Munarman juga mendesak kepolisian membebaskan anggota laskar Islam yang ditahan.

“Dia meminta agar laskar-laskar Islam yang ditahan dalam insiden Monas dibebaskan tanpa syarat,” kata Mahendradatta, salah satu anggota Tim Pembela Mulim (TPM).

“Munarman bilang, kalau perlu semua laskar yang ditahan dibebaskan, saya yang menggantikannya,” kata Syamsul Bachri Radjam.

Mahendradatta diamanatkan untuk melakukan penuntutan atas fitnah yang dilakukan AKKBB melalui foto yang pernah dipublikasikan beberapa media [baca: Foto Fitnah Keji AKKBB pada Munarman: Dimuat pada Beberapa Media Massa].

“Menuntut atas pencemaran atau fitnah yang dilakukan AKKBB yakni Gunawan Muhammad dan Adnan Buyung,” kata Mahendradatta.

FUI: Bangga Pada Munarman

Bersamaan dengan datangnya Munarman ke Polda Metro Jaya, sekitar 15 orang dari Forum Umat Islam menjenguk Munarman. Ahmad Sumargono salahsatu perwakilan dari FUI mengaku bangga atas sikap Munarman.

“Saya sangat bangga dengan Munarman karena menepati janjinya, setelah SKB Ahmadiyah keluar, dia menyerahkan diri,” kata Ahmad Sumargono.

Munarman memang sejak beberapa tahun terakhir bukan lagi menjadi pembela demokrasi. Sejak kenal dengan Islam ia mulai membela Islam dari serangan kaum liberalis. Dirinya mengaku pernah dilarang untuk mengadakan pengajian Islam di YLBHI. Padahal lembaga ini katanya gemar menyuarakan hak asasi manusia [baca: Munarman Debat Buyung Nasution Soal Ahmadiyah].

Munarman juga kerapkali mengungkapkan makar orang Asing dan agen-agennya yang ingin mengobok-ngobok negeri Muslim terbesar ini. Dalam pernyataan resmi Munarman melalui video dan email yang dikirimkan ke beberapa media, Munarman mengungkap agenda asing pada Namru-2. Ia mendesak pemerintah menutup Namru-2 yang disinyalir ada agen asing di dalamnya [baca: Munarman, SH : Minta Presiden Patuh pada Hukum, Bubarkan Ahmadiyah dan Hentikan Namru-2!].

Beberapa pemuda Islam juga merasa bangga dengan Munarman yang telah hijrah untuk menjadi pembela Islam. Semula dia bertahun-tahun membela ide-ide rusak buatan manusia, tapi sekarang dia harus berurusan dengan polisi demi sebuah perjuangan mempertahankan akidah Islam.

Ketika ditanya adakah yang melindungi dirinya sejak menghilang. Ia dengan bangga menegaskan ada, yaitu ALLAH SWT.

[z/m/f/okz/syabab.com]

www.arrahmah.com, Rabu 11 Juni 2008

Front Pembela Islam (FPI) sebenarnya sudah lama jadi incaran aliansi musuh Allah SWT yakni kelompok gabungan antara kelompok liberal, kelompok maksiat (prostitusi, perjudian, dan pornografi), kelompok kuffar, dan aparat serta pejabat yang selama ini mendulang uang haram dari perputaran bisnis haram tersebut.

Abdurrahman Wahid saja, gembong kaum liberal dan sekutu Zionis, dengan sangat pede menyatakan jika dirinya sudah 15 tahun berjuang hendak membubarkan FPI. Itu berarti sejak tahun 1993. Padahal FPI baru berdiri tahun 1998. Walau demikian kita hendaknya maklum dengan pernyataannya yang ngawur ini karena memang orang yang sudah kena serangan stroke dua kali biasanya banyak syaraf yang sudah tidak terkoneksi dengan baik. Istilah komputernya sering hang, sehingga harus di-restart atau kalau tidak bisa juga ya di-off-kan saja.

Sejak berdiri pada tahun 1998, FPI memang getol memerangi tempat-tempat maksiat. “Sudah banyak tokoh dan elemen Islam yang menyampaikan amar ma’ruf, maka kami memang mengkhususkan diri pada Nahyi Munkar. Tapi tentu dengan prosedur yang benar secara hukum formal, ” demikian ujar Habib Rizieq.

Keberanian FPI ini dalam menggempur lokasi-lokasi kemaksiatan memang tidak main-main. Rumah-rumah pelacuran, rumah judi, termasuk kantor tempat raja media porno dunia “Playboy”di Jakarta, semua diganyang oleh laskar Islam yang satu ini. Bagi media massa, baik cetak, radio, maupun teve, tindakan FPI tersebut memang merupakan berita yang layak dijadikan tajuk utama. Sayangnya, media-media yang juga banyak disusupi kelompok liberal dan kelompok penyuka kemaksiatan ini yang diekspos adalah kekerasan FPI semata.

Padahal, kekerasan atau penyerbuan yang dilakukan FPI merupakan jalan terakhir yang terpaksa diambil FPI setelah melewati berlapis-lapis prosedur, di antaranya mendesak kepolisian untuk berbuat.

“Media massa hanya mengekspos hal itu, tapi tidak memuat apa yang kami lakukan sebelum itu, ” ujar Habib Rizieq dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.

Penyerbuan atau pengrusakkan merupakan langkah terakhir yang diambil FPI setelah melewati tahap-tahap sebelumnya. Habib Rizieq memaparkan, “Jika ada informasi yang menyebutkan di suatu tempat ada lokasi yang tidak beres, maka kami biasanya mengirim intelijen kami yang terdiri dari beberapa orang untuk menggali informasi yang valid. Jika benar itu tempat yang tidak beres, maka ada dua pengelompokkan yang FPI lihat. Jika tempat maksiat itu didukung warga sekitar dalam arti banyak warga sekitar yang mencari nafkah di sana dan menggantungkan hidupnya di sana, maka kami kirim ustadz untuk memberi pencerahan. Ini sisi amar ma’ruf FPI. Kami mendirikan pengajian dan sebagainya.”

“Namun jika tempat maksiat itu ternyata meresahkan warga sekitar, dan banyak yang dilindungi oleh preman terorganisir atau malah ada oknum aparat yang ikut melindungi, maka kami biasanya melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian agar polisi bisa bersifat pro-aktif. Jika sampai waktu yang kami minta belum ada tindakan apa pun juga dari kepolisian, kami melayangkan surat kembali mendesak agar aparat segera turun tangan. Ini kami lakukan sampai tiga kali. Namun jika aparat ternyata diam terus, tidak menunjukkan itikad baik untuk menyikat kemaksiatan, maka FPI pun segera mengirim surat pemberitahuan bahwa FPI akan mengirim laskarnya ke tempat tersebut untuk membantu tugas kepolisian. Ini semata-mata kami lakukan karena polisi tidak bertindak, ” lanjut Habib.

“Kami membantu tugas kepolisian. Ini patut diberi tekanan. Karena polisi terlalu sibuk sehingga tempat maksiat tersebut tetap berjalan dengan aman dalam meracuni masyarakat, maka laskar kami yang turun. Selain memberi surat kepada polisi, kami pun melayangkan surat pemberitahuan berlapis-lapis kepada pengeloal tempat kemaksiatan itu, dan biasanya mereka membandel karena menganggap polisi saja tidak berani membereskannya, apalagi FPI. Tapi sekali lagi saya tekankan. FPI berjuang untuk menegakkan agama Allah, jadi kami tidak kenal takut terhadap segala kemaksiatan. Mereka yang berada di jalan setan saja berani, masak kami yang berjaung di jalan Allah harus takut?” tegas Habib.

“Sisi inilah yang jarang diekspos media massa sehingga masyarakat banyak tahunya kami ini organisasi anarkis. Padahal kami telah melakukan berlapis-lapis peringatan, bahkan berkoordinasi dengan kepolisian dan sebagainya, ” tambah Habib.

Sebenarnya, media-media massa di negeri ini banyak yang mengetahui hal tersebut. Namun disebabkan mereka memang banyak yang berkepentingan agar FPI bubar, maka yang diberitakan adalah sisi kekerasan dari FPI. Padahal, FPI hanya membantu tugas kepolisian yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas rutin seperti “razia” di jalan-jalan dan sebagainya. (rz/era)

Next Page »